MARADEKA TO WAJO”E ADE”NA NAPOPUANG

MARADEKA TO WAJO”E ADE”NA NAPOPUANG

Anabanua  Kampus Cemara

Filisofi inilah yang menjadi dasar Pijakan  dalam pertemuan MKKS SMA tingkat Kabupaten Wajo , sehingga dapat melahirkan sebuah keputusan bijak yakni Indahnya Keberagaman. Hal ini dilakukan untuk menentukan Kegiatan Proses Pembelajaran dengan Opsi Full Day School atau enam hari Kerja

Sejak dikeluarkannya Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari kerja  Sekolah berlangsung 8 Jam perhari dari hari Senin sampai hari Jumat, dengan durasi dua kali istirahat, akan tetapi permendikbud ini tidak lantas harus dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia melainkan pemerintah memberikan kebebasan setiap sekolah untuk menentukan Program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Full Day School harus di sesuaikan dengan kemampuan, fasilitas, kondisi daerah serta sumbar daya manusia masing-masing sekolah

Berdasarkan permendikbud inilah sehingga tahun 2017/2018  hampir semua sekolah tingkat SMA/SMK/SLB menerapkan kegiatan Full Day School di Kab. Wajo, tentu diikuti dengan evaluasi dan masukan serta melihat sisi positif dan negatifnya, sehingga dengan adanya masukan dari berbagai elemen termasuk orang tua siswa, akhirnya kembali melaksanakan enam hari sekolah.

Seiring dengan adanya perubahan Kurikulum Merdeka, maka full day School kembali menjadi sebuah pilihan. Hal ini disikapi MKKS SMA Kab.. Wajo  untuk menentukan apakah tetap pada enam hari atau pilih opsi Full Day School. Ternyata  konsep yang dipilih adalah Keberagaman yakni sebagian Full Day School dan sebagian lagi  tetap enam hari sekolah

Permendikbud  No 23 Tahun 2017 oleh Menteri Pendidikan Bapak Prof. Muhajir Efendi, sesungguhnya adalah kebijakan untuk menjawab keresahan Guru dengan Undang Undang No t4 tahun 2008 tentang Guru  dan  Dosen yang secara jelas bahwa beban mengajar Guru adalah  minimal 24 Jam Tatap Muka sebagai syarat seseorang  Guru layak  menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG),  permendikbud ini adalah solusi bagi guru mata Pelajaran yang kurang jam agar tidak mencari jam tambahan di sekolah lain.

Pelaksanaan Full Day School memiliki beberapa kelebihan diantaranya

  1. Waktu belajar siswa bisa lebih maksimal
  2. Penguatan bakat dan minat melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan karakter bisa terlaksana dengan baik
  3. Mengurangi waktu diluar yang bisa membawa ke perbuatan melanggar hukum
  4. Menetralisir kemungkinan siswa terlibat  dalam kegiatan non akademik

Di sisi lain full Day School  harus mempertimbangkan dampak negatif  diantaranya

  1. Secara psikologi anak lelah butuh istirahat karena waktunya diporsir sehingga berakibat daya serap anak terhadap materi pelajaran menurun
  2. Kurang waktu untuk berintraksi dengan lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat, berakibat akan hilang kepedulian sosial antara sesama
  3. Bisa jadi libur hari sabtu dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak efektif sebagai bentuk balas dendam terhadap kondisi lima hari sekolah
  4. Anak tidak lagi punya waktu untuk membantu orang tua khususnya bagi sekolah yang berada di luar Kota

Oleh karena itu menurut kami full day school adalah sebuah kebijakan yang baik, namun bilamana akan diterapkan secara menyeluruh diperlukan format dan kajian secara mendalam oleh semua pihak yang berkepentingan terutama siswa dan orang tua siswa, sehingga MKKS SMAN Wajo memberikan kebebasan kepada setiap sekolah untuk menentukan pilihan. Ini sebagai perwujudan Manajeman Berbasis Sekolah (MBS), sekaligus sebagai wujud Maradeka To Wajo”E Ade”Na Na Popuang dengan Konsep 3 S Sipakatau, Sipakainge, si pakalebbi, sitoroang Deceng Tessitiroang Ja’

Salam untuk semua  sambut keberagaman untuk bergerak bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *