Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan

Kenaikan Kelas

Kelas X ke Kelas XI

Kenaikan kelas  Kenaikan  kelas  dilaksanakan  pada  setiap  akhir  tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas SMA Negeri 6 Wajo diatur mengacu pada Permendikbud 53 Tahun 2015 pasal 9 butir (h) ditegaskan bahwa kenaikan kelas peserta didik ditentukan melalui rapat dewan guru. Panduan Penilaian untuk SMA tahun 2015 yang dikeluarkan sebagai pelengkap Permendikbud nomor 53 Tahun 2015 menyatakan bahwa : Peserta didik dapat dinyatakan naik kelas yang lebih tinggi apabila telah memenuhi kriteria berikut :

Menyelesaikan serluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pembelajaran yang diikuti;

  • Apabila kehadiran tatap muka pada setiap mata pelajaran minimal mencapai 85%. Persentase kehadiran diperhitungkan dari tatap muka tanpa memperhitungkan ketidakhadiran karena sakit atau alasan tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Deskripsi sikap sekurang-kurangnya minimal BAIK, yaitu memenuhi indikator kompetensi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan;
  • Deskripsi kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Kepramukaan minimal BAIK sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan;
  • Tidak memiliki lebih dari dari dua mata pelajaran yang masing-masing nilai pengetahuannya dan atau ketrampilan di bawah KKM. Apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar pada semester ganjil dan atau semester genap, nilai akhir diambil dari rerata nilai semester ganjil dan semester genap pada mata pelajaran yang sama pada tahun pelajatan tersebut;
  • Penentuan kenaikan kelas bagi peserta didik dilakukan melalui rapat pleno Dewan guru terutama yang memberikan penilaian dan terlibat langsung dengan peserta didik tersebut.
  • Apabila terjadi hal-hal khusus yang menyebabkan nilai sikap peserta didik harus ditinjau kembali, maka penentuan kenaikan kelas harus dilakukan melalui konferensi kasus dewan guru terkait dengan memperhatikan pembinaan dan pertimbangan masa depan peserta didik yang bersangkutan.

Kelas XI ke Kelas XII.

1). Menyelesaikan serluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pembelajaran yang diikuti;

2). Apabila kehadiran tatap muka pada setiap mata pelajaran minimal mencapai 85%. Persentase kehadiran diperhitungkan dari tatap muka tanpa memperhitungkan ketidakhadiran karena sakit atau alasan tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3). Mata pelajaran yang tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM), maksimal 3 (tiga) mata pelajaran;

4).  Untuk jurusan Ilmu Alam, semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Alam (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi) mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM);

5).  Untuk jurusan Ilmu Sosial, semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas Ilmu Sosial (Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan Sosiologi) mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM);

6)    Nilai R Maksimal 30% pada semester satu dan dua

Ketentuan kelulusan

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 72, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, maka kriteria kelulusan peserta didik pada SMA Negei 1  Pitumpaua diatur sebagai berikut;

Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan

1.Menyelesaiakan seluruh program pembelajaran

Ketentuan ini menjadi persyaratan untuk mengikuti Ujian Sekolah dan Ujian Nasionl.

Penilaian ini dilakukan oleh satuan pendidikan bersama pendidik.

2.Memperoleh nilai minimal baik pada penialain akhir untuk seluruh mata pelajaran:

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan ahklak mulia;

    Penilain hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi peserta didik, serta melalui ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.

    Pengamatan yang dilakukan untuk menilai kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dapat berdasarkan indikator:

    • Kerajinan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut;
    • Kerajinan mengikuti kegiatan keagamaan;
    • Jujur dalam perkataan dan perbuatan;
    • Mematuhi aturan sekolah;
    • Hormat terhadap pendidik;
    • Ketertiban ketika mengikuti pelajaran di kelas atau di tempat lain;Ulangan dan/atau penugasan dilakukan sekolah dengan materi ujian berdasarkan kurikulum yang digunakan.

      Hasil penialan akhir terdiri dari dua aspek yang masing-masing harus minimal baik:

      • Hasil pengamatan terhadap perkembangan perilaku minimal baik;
      • Hasil ulangan dan/atau penugasan minimal baik

    2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;

  • Pengamatan yang dilakukan untuk menilai kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dapat menggunakan indikator:
  1. Menunjukkan kemauan belajar;
  2. Ulet, tidak mudah menyerah;
  3. Memmatuhi aturan sosial;
  4. Tidak mudah dipengaruhi hal yang negatif;
  5. Berani bertanya dan menyampaikan pendapat;
  6. Kerjasama dengan teman dalam hal yang positif
  7. Mengikuti kegiatan ekstra kurikuler satuan pendidikan;

Ulangan, dan atau penugasan dilakukan satuan pendidikan dengan materi ujian berdasarkan kurikulum yang digunakan.

Hasil penialan akhir terdiri dari dua aspek yang masing-masing harus minimal baik:

  • Hasil pengamatan terhadap perkembangan perilaku minimal baik;
  • Hasil ulangan dan/atau penugasan minimal baik.

3. Kelompok mata pelajaran estetika;

Pengamatan yang dilakukan untuk menilai kelompok mata pelajaran estetika dapat menggunakan indikator:

  • Apresiasi seni;
  • Kreasi seni;

Hasil penilaian akhir yang merupakan gabungan dari hasil penilaian dari beberapa obsevasi ditentukan oleh satuan pendidikan.

4. Kelompok mata pelajarn jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Pengamatan yang dilakukan untuk menilai kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan dapat menggunakan       indikator:

  • Aktivitas dalam kegiatan olahraga di satuan pendidikan;
  • Kebiasaan hidup sehat dan bersih;
  • Tidak merokok;
  • Tidak menggunakan narkoba;
  • Disiplin waktu;
  • Keterampilan melakukan gerak olahraga;

Ulangan, dan/atau penugasan dilakukan satuan pendidikan dengan materi ujian berdasarkan kurikulum yang digunakan.

Hasil penialan akhir terdiri dari dua aspek yang masing-masing harus minimal baik:

  • Hasil pengamatan terhadap perkembangan perilaku minimal baik;
  • Hasil ulangan dan/atau penugasan minimal baik.

 

3. Lulus Ujian Sekolah

  1. Ujian sekolah mencakup:
  • Ujian untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional;
  • Ujian praktik untuk mata pelajaran yang tidak dinilai melalui UN
  1. Hasil ujian sekolah digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:
  • Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan;
  • Pembinaan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan serta pengembangan fasilitas dalam upaya peningkatan mutu.